Cinta dan Kasih Sayang Kepada Anak

ILMU BUDAYA DASAR

 
                              NAMA         : JOVANO CHARIST AMAHU
                              NPM            :13315611
                              KELAS        : 1TA04
                              FAKULTAS : TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN 

UNIVERSITAS GUNADARMA 2015/2016



 
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

       Manusia pada dasar nya adalah makhluk yang perlu cinta dan kasih sayang dalam menjalani kehidupannya. Hidup tanpa cinta sama saja hidup dengan rasa dahaga. Tidak ada yang memberikan kita suatu yang bermakna bagi hidup kita. Cinta memiliki makna yang luas dalam kehidupan sesama.  Rasa saling mencintai sesama manusia merupakan hal luar biasa yang diberikan tuhan kepada kita. Kehidupan mansia yang hanya sementara akan lebih indah bila didalamnya terdapat rasa cinta kasih sayang, manusia yang hidup dengan dilandasi rasa cinta akan lebih bahagia disbanding seseorang yang hidupnya tanpa rasa cinta. Kenapa demikian? Karena kebahagiian adalah hal yang sangat sulit didapatkan, dan cinta kasih mrupakan salah satu bagian dari sebuah kebahagiaan. Dalam artikel yang saya buat ini, akan dibahas mengenai cinta dalam ruang lingkup sebuah keluarga. Tema ini sangat lah menanrik, karena dalam sebuah keluarga pasti terdapat cinta, dalam sebuah keluarga pasti ada sebuah kebahagiaan. Dimana suatu kebahagian dalam sebuah keluarga pasti didasarkan oleh rasa cinta dari masing-masing anggota keluarga. Serta dalam sebuah keluarga, cinta pun terbentuk oleh berbagai macam hal yang mempengaruhi cinta dalam sebuah keluarga.
       Dan dalam kehidupan berkeluarga pasti ada masalah yang harus diselesaikan oleh para anggota keluarga. Masalah-masalah ini juga sebenarnya dapat membuat suatu keluarga tersebut lebih baik. Karena disetiap masalah yang mereka dapat pasti ada imbalan yang mereka terima untuk keberlangsungan keluarga mereka. Karena sesungguhnya dalam kehidupan keluarga pasti, dan tidak mungkin tidak ada masalah yang didapat oleh sebuah keuarga yang dimana masalah tersebut dapat diselesaikan dengan rasa cinta dan kasih sayang sebuah keluarga. Bahkan dalam keluarga dapat terjadi perbedaan suku bangsa, ras, dan agama. Dimana hal ini sering terjadi di masyarakat global yang merupakan masarakat yang heterogen. Namun dalam sebuah keluarga, perbedaan bukan lah sebuah masalah, banyak hal yang dapat diambil hikmah nya sehingga walaupun berasal dari budaya yang berbbeda, sebuah keluarga yang mendasarkan rasa cinta dan kasih sayang lah yang dapat mengubah perbedaan itu menjadi hal yang membawa kebahagiaan bagi mereka, anak-anak mereka dan keturunan mereka. Sehingga terbentuklah suatu keluarga yang harmonis, bahagia , dan sejahtera.
1.2 Rumusan Masalah
  •   Pengertian Cinta dan Kasih Sayang
  •   Cinta dan Kasih Sayang Dalam Keluarga terhadap anak
  •  Masalah orang tua dan remaja

BAB 2
ISI
2. 1  Pengertian Cinta
“Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut.”
Ada beberapa pendapat mengenai pengertian cinta kasih. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan W.J.S. Purwodarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang (kepada), ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian, arti cinta dan kasih itu hamper sama sehingga kata kasih dapat dikatakan lebih memperkuat rasa cinta. Oleh karena itu, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Cinta adalah  rasa sangat suka atau sayang ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta atau sangat menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Terdapat perbedaan antara cinta dan kasih, cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai.
Cinta sama sekali bukan nafsu. Perbedaan antara cinta dengan nafsu adalah sebagai berikut :
  1. Cinta bersifat manusiawi
  2. Cinta bersifat rohaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah
  3. Cinta menunjukkan perilaku member, sedangkan nafsu cenderung menuntut
Cinta juga selalu menyatakan unsur – unsur dasar tertentu, yaitu :
  1. Pengasuhan, contohnya cinta seorang ibu kepada anaknya
  2. Tanggung jawab, adalah tindakan yang benar – benar berdasarkan atas  suka rela
  3. Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain agar mau membuka dirinya
  4. Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia

2.2 Pengertian Kasih Sayang

          Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S Poerwadaminta yitu perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka pada seseorang. Dalam berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang sadar atau tidak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka,  sehingga keduannya merupakan suatu kesatuan yang utuh. Seorang remaja menjadi frustasi, morfinis, berandalan dan sebagainya itu disebabkan karena kekurangan perhatian dan kasih sayang dalam kehidupan keluarga.
Erich Fromm dalam bukunya “Semi Mencintai” mengemukakan tentang adanya macam – macam cinta, yaitu :
  1. Cinta Persaudaraan, diwujudkan manusia dalam tingkah atau perbuatannya. Cinta Persaudaraan tidak mengenal adanya batas – batas manusia berdasarkan SARA.
  2. Cinta Keibuan, kasih sayang yang bersumber pada cinta seorang ibu terhadap anaknya
  3. Cinta Diri Sendiri, yaitu bersumber dari diri sendiri. Cinta diri sendiri bernilai positif jika mengandung makna bahwa seseorang dapat mengurus dirinya dalam kebutuhan jasmani dan rohani.
  4. Cinta terhadap ALLAH

2.3 Cinta Dalam Keluarga
Lingkungan memiliki peran penting dalam kepribadian seseorang. Khususnya lingkungan keluarga. Kedua orang tua adalah pemain peran penting ini. Lingkungan keluarga adalah sebuah awal kehidupan bagi setiap manusia. Dikarenakan bahwa pentingnya pengaruh keluarga dalam pendidikan anak dalam beberapa masalah seperti masalah aqidah, budaya, norma, emosional dan sebaginya. Keluarga menyiapkan sarana pertumbuhan dan pembentukan kepribadian anak sejak dini. Dengan kata lain kepribadian anak tergantung pada pemikiran dan perlakuan kedua orang tua dan lingkungannya dan tidak lepas dengan etika dan penyampaian sesuatu dari kedua orang tua tersebut.
  Ayah dan ibu adalah teladan pertama bagi pembentukan pribadi seseorang. Keyakinan-keyakinan, pemikiran dan perilaku ayah dan ibu dengan sendirinya memiliki pengaruh yang sangat dalam terhadap pemikiran dan perilaku anak. Karena kepribadian manusia muncul berupa lukisan-lukisan pada berbagai ragam situasi dan kondisi dalam lingkungan keluarga. 
Peran kedua orang tua dalam mewujudkan kepribadian seseorang

1. Kedua orang tua harus mencintai dan menyayangi anak-anaknya.Ketika anak-anak mendapatkan cinta dan kasih sayang cukup dari kedua orang tuanya, makaSaat mereka terkena masalah di dalam atau di luar kehidupan atau lingkungan keluarga, mereka bisa mengatasinya dengan baik karena ada dukungan kasih sayang dan cinta dari kedua orangtuanya.
2. Kedua orang tua harus menjaga ketenangan lingkungan rumah dan menyiapkan ketenangan jiwa anak-anak.Hal ini dapat membantu anak menjadi lebih kreatif dan berfikir secara dewasa,logis dan bijaksana. Karena lingkungan berdampak besar terhadap siklus perkembangan anak.

3. Saling menghormati antara kedua orang tua dan anak-anak.Saling menghormati artinya dengan mengurangi kritik dan pembicaraan negatif sekaitan dengan kepribadian dan perilaku mereka serta menciptakan kasih sayang dan keakraban, dan pada waktu yang bersamaan kedua orang tua harus menjaga hak-hak mereka yang terkait dengan diri mereka dan orang lain. Kedua orang tua harus bersikap tegas supaya mereka juga mau menghormati sesamanya.

4. Mewujudkan kepercayaan.Menghargai dan memberikan kepercayaan terhadap anak-anak berarti memberikan penghargaan dan kelayakan terhadap mereka, karena hal ini akan menjadikan mereka maju dan berusaha serta berani dalam bersikap. Kepercayaan anak-anak terhadap dirinya sendiri akan menyebabkan mereka mudah untuk menerima kekurangan dan kesalahan yang ada pada diri mereka. Mereka percaya diri dan yakin dengan kemampuannya sendiri. Dengan membantu orang lain mereka merasa keberadaannya bermanfaat dan penting.

5. Mengadakan perkumpulan dan rapat keluarga.Hal ini di maksudkan agar ada keterkaitan atau hubungan lebih khusus antara orangtua dan anak. Momen ini juga bisa di gunakan untuk saling tanya jawab, bercerita tentang masalah atau kejadian yang menarik bagi diri anak maupun orangtua. Seperti sesi curhat. Hal ini juga bisa lebih mendekatkan hubungan orangtua dan anak. Psikis yang di terima oleh anak pun menjadi bagus daripada tidak mengadakan perkumpulan keluarga sama sekali



2.3 Masalah orang tua dan remaja
Dr. James Dobson pernah mengeluarkan satu kalimat bahwa anak yang dibesarkan di keluarga yang baik, sehat belum tentu akan bertumbuh besar menjadi anak yang baik-baik. Sebagai orang tua kita menyadari bahwa kita bukanlah orang tua yang sempurna namun dalam keterbatasan pengakuan kita, kita berupaya sebaik-baiknya menanamkan nilai moral kristiani yang baik kepada anak-anak kita. Tapi tatkala mereka menginjak usia remaja atau dewasa awal mereka berbalik arah. Hal-hal dibawah inilah yang sangat perlu diketahui oleh orang tua, kenapa itu bisa terjadi:
1.      Orang tua harus memahami dinamika pertumbuhan remaja. Remaja adalah usia yang penuh pergolakan, karenanya remaja akan mengalami pergumulan untuk bisa berjalan di rel yang benar atau yang telah ditetapkan oleh orang tuanya. Secara rasional dia sudah sadar apa yang harus dia lakukan, namun gejolak internal dalam dirinya cenderung menghasilkan letupan-letupan keinginan untuk bereksperimen. Kalau dalam hal ini orang tua tidak bisa memahami, bisa terjadi tabrakan muka denga muka, artinya apa, ibarat kambing yang sedang berkelahi, dua-duanya akan mengadukan kepala mereka dan membenturkannya dengan keras. Timbullah sikap memberontak anak. Salah satu kebutuhan hakiki pada diri kita manusia adalah kebutuhan untuk dimengerti. Demikian juga dengan anak, anak butuh dimengerti. Sewaktu dia merasa tidak dimengerti oleh orang tua dia akan mencari orang yang bisa mengertinya, biasanya teman- temannya. Masalahnya adalah kalau dia berteman dengan anak yang kurang baik, dia pasti akan menerima pengaruh atau nilai-nilai moral yang tidak baik juga.
2.      Anak bisa mengalami frustrasi, sewaktu dia merasa ada salah satu orang tuanya yang tidak memahami dirinya dan terus beradu tanduk dengan dia. Dalam hal ini anak cenderung lebih tergoda untuk mengekspresikan rasa frustrasinya di luar.
Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh kita sebagai orang tua.
1.      Amsal 15:1, "Jawaban yang lemah lembut, meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah." Ini adalah titik awal yang baik yakni sewaktu anak mulai melakukan hal yang tidak kita inginkan sebisanya kita tetap menggunakan kata-kata yang lemah lembut. Artinya kita bukannya tidak boleh marah atau tidak boleh menegur dia, boleh tetapi harus hati-hati.
2.      Rasul Paulus juga menghimbau kepada kaum ayah agar "jangan membangkitkan amarah pada diri anak." Jadi memang harus ada keseimbangan, artinya adalah jangan kita itu segan untuk tegas kepada anak, anak yang perlu dihukum; dihukum. Tapi waktu menghukum jangan menghina sehingga itu membangkitkan kebencian anak kepada kita.

BAB III
KESIMPULAN

            Dalam sebuah keluarga, rasa cinta dan kasih sayang merupakan hal yang sangat besar pengaruhnya. Pengaruh dari segi kehidupan berkeluarga bahkan dari segi kehidupan masing-masing anggota keluarga. Peran masing-masing anggota keluarga dalam memberikan cinta kepada sesamanya sangatlah besar. Tidak peduli dari mana datangnya, cinta dalam keluarga itu kuat. Dapat memberikan perubahan, kebahagiaan, dan bahkan kehidupan yang sempurna bagi suatu keluarga yang mendasaran cinta dan kasih sayang dalam fondasi keluarga mereka.

Daftar Pustaka   : http://galihpermanaworks.blogspot.co.id
                         : http://www.telaga.org/audio/masalah_orangtua_dan_remaja
                         : http://mamz.weebly.com/

Comments

  1. Ijin ninggalin jejak Bos...
    http://vinatoysjogja.blogspot.com
    Toko Mainan Anak Terlengkap di Jogja

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts