Dynamic Programing RO

Dynamic Programing

Pemrograman dinamis (dynamic programming) adalah metode pemecahan masalah dengan cara menguraikan solusi menjadi sekumpulan langkah (step) atau tahapan (stage) sedemikian rupa sehingga solusi dari permasalahan ini dapat dipandang dari serangkaian keputusan-keputusan kecil yang saling berkaitan satu dengan yang lain. Memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Memecahkan masalah persoalan menjadi bagian yang lebih kecil.
  • Keputusan pada suatu tahap mempengaruhi tahap berikutnya.
Contoh penempatan dynamic programming diantaranya:

  • Capital Budgeting Problem

Capital Budgeting adalah merupakan proses evaluasi dan pemilihan investasi jangka panjang yang konsisten terhadap maksimalisasi suatu tujuan. Dalam pengambilan keputusan investasi, opportunity cost memegang peranan yang penting. Opportunity cost merupakan pendapatan atau penghematan biaya yang dikorbankan sebagai akibat dipilihnya alternatif tertentu. Misalnya dalam penggantian mesin lama dengan mesin baru, harga jual mesin lama harus diperhitungkan dalam mempertimbangkan investasi pada mesin baru.

Contoh Penyelesaian Capital Budgetting :

PT ABC berniat membangun sebuah ruko, dengan investasi awal Rp 1.500.000.000, menginginkan tingkat pengembalian 10% (required rate of return) .berikut adalah arus kas bersih yang diperkirakan akan diterima dari pembangunan ruko:
Tahun
Arus kas bersih masuk
1
500.000.000
2
600.000.000
3
800.000.000
4
900.000.000
5
100.000.000
                                                
Hitunglah mengguakan metode payback period dan net present value
a.              Payback period
Tahun
Arus kas bersih
Arus kas kumulatif
Investasi yang belum tertutupi sampai akhir tahun
0
1.500.000.000
1
500.000.000
500.000.000
1.000.000.000
2
600.000.000
1.100.000.000
400.000.000
3
800.000.000
1.900.000.000
0
4
900.000.000
2.800.000.000
0
5
100.000.000
2.900.000.000
0

Payback period terjadi setelah tahun ke 2, tetapi seelum tahun ke 3 berakhir, jadi:
Payback period    = 2 tahun + (400.000.000/800.000.000) x 1 tahun
                                      = 2 tahun + 0,5 tahun
                                      = 2,5 tahun

b.             Net present value (NPV)
Uang memiliki dimensi nilai waktu (time value of money), misal uang yang kita terima Rp1.000.000 sekarang tidak akan sama dengan satu tahun kemudian, hal ini terjadi Karena konsep buga majemuk dan inflasi. Dalam metode ini seluruh arus kas bersih yang diterim akan dihitung saat investasi awal dikeluarkan dengan mgnggunakan disconto tertentu.



Rumus present value     =                             
Tahun ke
Nilai present value
Hasil
1
0,9091
2
0,8264
3
0,7513
4
0,6830
5
0,6209

Tahun
ke
Arus kas bersih
PV,10%
NPV dari kas bersih
(arus kas bersih x  PV,10%)
1
500.000.000
0,9091
454.550.000
2
600.000.000
0,8264
495.840.000
3
800.000.000
0,7513
601.040.000
4
900.000.000
0,6830
614.700.000
5
100.000.000
0,6209
62.090.000
Total NPV
2.228.220.000
Investasi awal
1.500.000.000
NPV dari Proyek
728.220.000

Kegiatan dari membangun ruko memiliki NPV positif sehingga layak dijalankan, karena NPV > 0

  • Pengendalian Persediaan

Pengendalian persediaan adalah merupakan usaha-usaha yang dilakukan oleh suatu perusahaan termasuk keputusan-keputusan yang diambil sehingga kebutuhan akan bahan untuk keperluan proses produksi dapat terpenuhi secara optimal dengan resiko yang sekecil mungkin. Persediaan yang terlalu besar (over stock) merupakan pemborosan karena menyebabkan terlalu tingginya beban-beban biaya guna penyimpanan dan pemeliharaan selama penyimpanan di gudang. Begitu juga sebaliknya kekurangan persediaan (out of stock) dapat menganggu kelancaran proses produksi.
secara kronologis metode pengendalian persediaan yang ada dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
  • Jumlah pemesanan optimal (EOQ).
  • Titik pemesanan kembali (Reorder point).
  • Jumlah cadangan pengaman (safety stock) yang diperlukan.

Sumber : 

Comments

Popular Posts